Pengunjung Richeese Factory Aria Putra kekenyangan. (Sumber: Charisma Rahmat / What's On Pamulang)
Pengunjung Richeese Factory Aria Putra kekenyangan. (Sumber: Charisma Rahmat / What's On Pamulang)

Cahaya lampu kekuningan gerai Richeese Factory terangi gelapnya tepi Jalan Aria Putra, Tangerang Selatan. Meja restoran cepat saji yang terletak di jalan penghubung Ciputat-Jombang itu terisi secara bergantian, Rabu (30/5/2018).

Gerai franchise itu seperti restoran cepat saji pada umumnya. Pesanan disajikan di kasir untuk dibawa sendiri ke meja masing-masing. Tidak ada pramusaji mencatat dan membawakan pesanan ke meja pelanggan, kecuali mengantar pesanan yang tertinggal di kasir.

Menu di gerai tersebut mudah dihapal. Hanya ada satu jenis makanan berat, yaitu nasi dengan ayam goreng crispy yang disajikan dengan atau tanpa saus barbercue pedas bertingkat. Makin tinggi tingkatnya, makin terasa cabai-ladanya.

Saus Keju Khas

Potato wedges dan ayam goreng saus barbercue-saus keju Richeese Factory Aria Putra. (Sumber: Charisma Rahmat / What's On Pamulang)
Potato wedges dan ayam goreng saus barbercue-saus keju Richeese Factory Aria Putra. (Sumber: Charisma Rahmat / What’s On Pamulang)

Apapun pilihannya, tiap ayam disajikan dengan satu mangkuk plastik kecil saus keju celup yang menambah rasa gurih. Ada pelanggan yang rela menambah biaya untuk tambahan saus, sedikit yang menolak saus khas itu.

Pilihan makanan pendampingnya tersedia kentang goreng kulit (potato wedges) dengan saus barbecue dan saus keju. Sementara itu, kue-kue gelasan disediakan sebagai makanan penutup.

Selanjutnya, ada dua minuman khas Richeese Nabati. Yaitu, teh rasa buah-buahan (frutarian) dan susu berwarna pink dengan rasa yang yah…. tak terdefinisikan. Rasa strawberry tersiratkan dari warnanya namun sensasi bubblegum tertinggal di lidah saat mencicipinya.

Lantai Bawah Lebih Adem

Minuman Pink Lava menemani makanan enak. (Sumber: Charisma Rahmat / What's On Pamulang)
Minuman Pink Lava menemani makanan enak. (Sumber: Charisma Rahmat / What’s On Pamulang)

Richeese Factory Aria Putra menyediakan dua area makan. Area bawah diminati lantaran dekat dengan kasir, wastafel, dan toilet. Udaranya pun terasa lebih sejuk.

Namun demikian, area atas menyajikan sensasi makan dengan suasana seru. Pemandangan ke luar jendela tidak dirusak oleh kemacetan jalan Ciputat-Jombang, terutama macet rush hour pulang kerja.

Pengunjungnya Relatif Stabil

Grafik jumlah pengunjung Richeese Factory. (Sumber: Google Business)
Grafik jumlah pengunjung Richeese Factory. (Sumber: Google Business)

Berdasarkan pengamatan sepanjang malam, pengunjung Richeese Factory Aria Putra relatif stabil. Meski antrean di kasir memanjang, semua tetap kebagian tempat, bergantian dengan pelanggan yang sudah selesai menyantap semua sajian.

Berdasarkan data Google Business, Jumat (1/6/2018), Richeese Factory Aria Putra ramai dicari sekitar pukul 18:00 hingga 21:00 WIB. Tiap pelanggan menghabiskan waktu rata-rata 15 menit hingga 1 jam.

Pelanggan gerai cepat saji itu terdiri dari aneka golongan. Ada satu meja yang diisi orangtua beserta anak-anak yang berceloteh girang, ada meja yang digabung-gabung untuk menampung serombongan remaja, ada juga meja yang dihuni sepasang kekasih.

Struktur gerai tertutup membuat pelanggan tidak perlu khawatir dirundung hujan atau terik matahari. Tiap pelanggan bisa berlama-lama selama tega membiarkan pelanggan lain manyun berdiri.

Harus Nabung

via tenor.com

Dibanding franchise ayam goreng tepi minimarket, harga menu Richeese Factory terbilang lebih merogoh kantong pelajar dan mahasiswa. Paket ayam goreng plus nasi plus minum dibanderol sekitar 30 ribu hingga 40 ribuan.

Namun demikian, gerai mana lagi di daerah Ciputat yang menyajikan ayam renyah dengan bumbu barbecue pedas dan saus keju celup nan gurih? Harganya sebanding dengan rasanya.