(Sumber: What's On Pamulang).
(Sumber: What's On Pamulang).

Hai, hai, pembaca WOP. Kamu pasti sadar deh dengan sepinya postingan What’s On Pamulang di web dan Instagram sejak awal 2017 (Apa!? Kamu gak sadar? Kasihan sekali redaksi dan mimin WOP).

Tapi, jujur saja, beberapa pembaca, pentolan cafe, komunitas, dan organisasi di Tangerang Selatan bertanya-tanya tentang keberadaan kami. Beberapa bahkan sampai menge-chat langsung reporternya sekadar menanyakan kabar.

“WOP masih ada, kan?”

“Agak sepi ya, sekarang”

“Kok jarang update, sih!”

“Di Pamulang lagi gak ada yang seru ya?”

Komentar macam itu yang biasa kami terima hampir tiap bertemu dengan orang-orang Tangerang Selatan, terutama yang pernah kami temui sebelumnya. Jawaban kami saat itu dan saat kini pun belum berubah.

What’s On Pamulang masih ada dan di Pamulang masih banyak hal seru!

Sumpah.

Lalu, kamu mungkin bertanya-tanya seperti ini: “Kalau begitu, kenapa WOP tidak seseru dulu lagi?”

Untuk menjawab itu, kami ingin bercerita sekaligus meminta maaf setulusnya tanpa maksud menjustifikasi (sebuah kata yang artinya hanya dimengerti samar-samar oleh redaksi dan mimin WOP, tapi keren diucapkan) apapun.

Begini, What’s On Pamulang berdiri atas ide gila tiga orang (pasti kamu baru tahu). Dialah Charisma Rahmat (biasa dipanggil Mamet dan punya inisial TIM) yang biasa menjadi reporter sekaligus fotografer ala-ala, lalu Harini Ratna (dipanggil Ratna) yang merupakan seorang social media specialist andal, dan Aji Mitrabuana (dipanggil Aji) sebagai kontributor ‘Senin-Kamis.’ Kenapa ‘Senin-Kamis’? Ya jelas karena dia jarang mengisi konten. No offense, Ji.

via giphy.com

Idenya, sesimpel merekam dan menceritakan berbagai di lokasi yang konon kabarnya merupakan gudang anak-anak kreatif sekaligus tempat bermukimnya para survivor yang habiskan waktu bekerja di Jakarta. Itulah Pamulang dan Tangerang Selatan lebih luasnya.

Tiga orang itu pada akhirnya tersibukkan oleh kegiatan masing-masing di awal 2017, tepat pada 1 Januari.

Si Mamet menandatangani kontrak dengan Genmuda.com sebagai reporter merangkap fotografer. Bukannya sombong atau bagaimana (padahal, memang menyombong), cowok yang besar di Bukit Pamulang Indah itu dipanggil Genmuda karena editornya tertarik dengan karya artikel dan fotonya di WOP.

Kemudian, Ratna mendirikan brand hijab bernama Chera Hijab. Kamu pasti pernah melihat iklannya di Instagram WOP. Kamu juga sadar kalau brand itu punya follower lebih banyak dari media keren di Pamulang ini (narsis). Ya, sejago itulah Ratna mengolah media sosial. #gombal.

Ini Harini Ratna. (Sumber: dok. pribadi)
Ini Harini Ratna. (Sumber: dok. pribadi)

Sementara itu, Aji sedang sibuk sebagai ujung tombak salah satu agensi periklanan di Jakarta. Projectnya sedang banyak seperti jumlah kendaraan di Bundaran Pamulang ketika macet. Susah bagi si anak motor itu untuk membagi waktu.

Nah, ini yang namanya Aji. (Sumber: dok. pribadi).
Nah, ini yang namanya Aji. (Sumber: dok. pribadi).

Lalu, apa maksud curhatan redaksi ini?

Nah, Januari – Juni merupakan waktu yang cukup bagi kami untuk menguasai flow kesibukan tambahan tersebut. Amiin. Semoga saja begitu. Doakan, ya.

Bertepatan dengan Hari Idul Fitri yang diimani sebagai momen manusia kembali ke fitrahnya, kami ingin mengembalikan What’s On Pamulang kepada fitrahnya pula.

Apa itu? Ya sebagai media seru-seruannya warga Pamulang, juga warga di kecamatan-kecamatan lain di Tangerang Selatan. Dan, pastinya akan update terus secara berkala.

Kalau kamu malas baca dari atas dan ingin mendapatkan saripati curhatan ini saja, bacalah kalimat berikut.

What’s On Pamulang masih ada. Si Mamet, Ratna, dan Aji pun siap kembali menyelami kehidupan di Pamulang.

Dan, untuk kamu yang merindukan kami, ketahuilah satu hal.

We miss you, too.