Pengguna jalan Tangerang Selatan keluhkan keberadaan tiang listrik di tengah Jalan Raya Pamulang, Jalan Raya Siliwangi, Jalan Ciater Raya, dan Jalan Raya Puspitek yang melintang dari Pamulang ke BSD. Posisi tiang listrik proyek perbaikan jalan yang janggal itu sangat membahayakan pengendara, terutama di malam hari.

Kondisi jalan yang sepi di malam hari membuat sejumlah pengendara memacu kendaraannya di jalan yang sudah di beton mulus. Namun, ketiadaan lampu penerangan jalan yang baik membuat mereka sulit melihat tiang-tiang listrik yang masih berdiri di tengah jalan.

Ketika siang pun tiang listrik tersebut sangat mengganggu kenyamanan berkendara. Sejumlah simpul kemacetan pun terjadi akibat pengendara perlu memelankan laju kendaraan untuk menghindari tiang listrik.

Kejanggalan tiang itu juga sangat membahayakan pengendara yang belum mengenal kondisi jalan di Tangerang Selatan. Misalnya, terjadi pada Beppy Mazura (25 tahun) ketika dia berkendara di Pamulang pukul tiga pagi.

Gue kaget banget tiba-tiba liat ada tiang listrik di tengah jalan. Waktu itu jalanan gelap karena sudah malam. Untung saja sedang iring-iringan dengan teman naik motor, jadi tidak menabrak tiang,” kata perempuan itu, Jumat (10/6).

Beppy mengalaminya beberapa minggu lalu, ketika dia mengunjungi rumah temannya di Pamulang dengan sepeda motor. Beppy mengakui kesulitan melihat tiang listrik, tanah galian, dan kondisi jalan yang sedang diperbaiki.

“Waktu itu jalan jam tiga pagi. Jalanan gelap, tapi untuk tidak nabrak apa-apa,” ungkapnya. Selain Beppy, keluhan serupa juga sering dirasakan pengguna jalan tersebut. Dari banyaknya pengeluh, ada sejumlah warga yang mengadukannya ke DPRD Tangsel.

Keluhan Rutin

Menurut laporan Pos Kota, Maret 2016, ada lima hingga sepuluh keluhan terkait kondisi jalan Pamulang-BSD ke DPRD Tangsel. Namun, Pemerintah Kota Tangsel tidak dapat berbuat banyak karena proyek itu dipegang oleh Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten.

“Keluhannya tak hanya melalui SMS atau telepon. Surat keluhan juga kami terima. Warga banyak mengeluhkan perbaikan jalan yang tidak kunjung usai,” kata Ketua DPRD Tangsel M Ramlie saat Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Maret lalu.

Karena bukan proyek perbaikan jalan Tangsel, Pemkot hanya bisa menampung dan berusaha menjelaskan ke masyarakat yang mengeluhkan dampak proyek jalan sepanjang 10,1 kilometer tersebut. Meski begitu, keluhan warga tetap ditujukan kepada Airin Rachmi dan jajaran Pemkotnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya L menyampaikan, “Semua keluhan warga akan disampaikan ke Gubernur Rano Karno.” Dia berjanji Pemprov Banten akan mengevaluasi kerja rekanan swasta yang mengerjakan proyek perbaikan jalan.

Desak PLN

Sumber: tangselpos.co.id Petugas PLN sedang memindahkan tiang listrik di jalan antara Pamulang-BSD.

Menanggapi laporan warga, Pemkot Tangsel berusaha mendesak PLN, terutama PLN Pamulang dan Ciputat untuk segera memindahkan tiang listrik yang masih janggal. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan akan memanggil pihak PLN untuk bergegas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Tangsel Retno Prawati menyatakan hingga kini pihaknya masih mendesak PLN untuk memindahkan aset mereka. “Sejauh ini, masih ada 30 tiang listrik lagi yang perlu dipindahkan. Mudah-mudahan cepat selesai,” kata Retno seperti dikutip Tangsel Pos, Jumat (10/6).

Terkait desakan itu, PLN berjanji akan menyelesaikan semua pemindahan tiang Juni ini. PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyatakan, prosesnya sudah berjalan di atas 50 persen.

“Sebenarnya sudah 75 persen lah,” menurut perkiraan Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjaya Mambang Hertadi seperti dikutip Tangerang News, awal Juni lalu. Dia menjelaskan, totalnya ada 65 tiang listrik yang perlu dipindahkan.

Laporkan

Meski begitu, Kepala DBSMDA Retno Prawati mendorong warga Tangsel untuk terus aktif mengawasi dan melaporkan. Terutama, terkait renovasi jalan dan saluran air. Untuk mempermudahnya, DBSMDA pun meluncurkan aplikasi pengaduan yang bernama Sistem Manajemen Jalan Kota dan Strategis Kota (Simanja).

“Simanja bisa download langsung oleh pengguna Android. Segala pengaduan, usulan perbaikan jalan, atau laporan darainase bisa dilakukan lewat aplikasi itu,” kata penggagas Simanja, Imanudin. “Layanan ini terhubung langsung dengan pimpinan. Jadi akan ditindaklanjuti,” ungkapnya seperti dikutip Kabar Tangsel.