Jalan di kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) sedang ditertibkan dari pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan. Proses penertiban itu telah dilaksanakan sejak Rabu lalu (25/5/2016).

Prosesnya diawali dengan sosialisasi kemudian menutup lapak sejumlah pedagang di bahu jalan. Berdasarkan info dari situs Polres Tangsel, kegiatan itu dilaksanakan gabungan personel Satpol PP, Polsek Ciputat, Koramil, serta pejabat kelurahan dan kecamatan Ciputat.

Camat Ciputat Andi Patabay menyatakan, “Pedagang yang ditertibkan akan didorong untuk pindah ke dalam pasar. Seharusnya, mereka memang tidak berdagang di (bahu) jalan seperti ini.”

Hingga kini, panitia penertiban sudah mendata sekitar 1.200 pedagang. “Setelah direlokasi, pedagang bakal terbebas dari kewajiban membayar sewa selama tiga bulan. Di bulan keempat, baru dikenakan biaya,” kata Andi menjelaskan.

Dia melanjutkan, penertiban lanjutan dan relokasinya para pedagang akan dilaksanakan Senin (30/5) mendatang. Diharapkan, jalanan di daerah itu bisa lebih tertib, mengurangi kemacetan, sekaligus lebih mengaktifkan Pasar Ciputat.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany meninjau langsung dan membantu membersihkan pasar pada Jumat (26/5). Ketika itu, petugas dinas kebersihan, pemadam kebakaran, juga dinas perindustrian dan perdagangan Tangsel.

Tangerang Online menuliskan, sejumlah elemen warga pun turut membantu petugas gabungan itu menertibkan pedagang. Selain menertibkan pedagang, sampah yang berserakan di jalan pun dibersihkan.

Selain merelokasi, Andi juga menyatakan panitia akan menata dan membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang layak dengan situasi pasar.

Langganan

Sebelumnya, relokasi pedagang di bahu jalan kawasan Pasar Ciputat pernah dilakukan tiga kali, terhitung sejak 2013. Pemerintah Kota Tangerang selatan pun diberitakan sudah menyediakan tempat di dalam pasar.

Dikutip dari Satelit News, sebanyak 400 pedagang di bahu jalan sudah direlokasi menempati kios kosong di dalam pasar, Oktober 2013. Ketika itu, penertiban dilakukan karena Pemkot Tangsel berencana membangun ruang terbuka hijau di daerah itu.

Pada Februari 2014 ratusan pedagang yang balik berdagang di bahu jalan kembali ditertibkan, seperti yang diberitakan Pos Kota News ketika itu. Ketika itu, kemacetan parah menjadi alasan relokasi dan penertiban.

Tahun berikutnya pun penertiban diadakan untuk ketiga kalinya. Ketika itu, Pasar Ciputat telah diserahkan pengurusannya dari Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangsel. Bisnis.com menyebutkan, Pemkot Tangsel berjanji untuk meremajakan pasar agar para pedagang yang direlokasi betah di tempat barunya.

Meski telah direlokasi tiga kali tiga tahun berturut-turut, bahu jalan Ciputat tetap menjadi magnet bagi pedagang kaki lima. Sementara itu, kios-kios di dalam Pasar Ciputat kerap sepi bukan hanya dari pembeli, tetapi juga dari pedagangnya.