Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer. (Sumber: Istimewa).
Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer. (Sumber: Istimewa).

Sebanyak 21 SMA di Tangerang Selatan telah programkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016. Pengajuan program tersebut telah diproses Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan tinggal menunggu pelaksanaannya sesuai jadwal Ujian Nasional nanti.

Dengan begitu, peserta ujian tidak perlu lagi menghitamkan lingkaran jawaban di kertas jawaban, yang kerap dikeluhkan membuat pengerjaan soal menjadi relatif lebih lama.

Berdasarkan data dari situs UNBK Kemendikbud, Kamis (31/03/2016), sekolah swasta di Tangsel yang ajukan ujian berbasis komputer tersebut jumlahnya lebih banyak daripada sekolah negeri, yaitu 11 SMA Swasta dan 10 SMA Negeri.

SMA Islam Al Azhar BSD, SMA Santa Laurensia, SMA Santa Ursula BSD, dan SMA Katolik Mater Dei merupakan perwakilan sekolah swasta. Ada pula SMA Kharisma Bangsa, SMA Global Jaya, juga SMA Plus Pembangunan Jaya.

Selanjutnya, ada SMA Negeri Insan Cendekia Serpong, SMA Izada, SMA Insan Cendekia Madani, dan SMA Sinarmas World Academi yang adakan UNBK.

Sedangkan, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 merupakan perwakilan SMA Negeri Tangsel yang mengikuti transisi UN ini. Ada pula SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 9, dan SMAN 11 Tangsel.

Semua program pendidikan SMA akan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Namun, program IPA akan mendapat tambahan Kimia, Biologi, dan Fisika sementara program IPS ditambahkan soal Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi.

Penerapan UNBK

Berdasarkan keterangan di situs UNBK Kemendikbud, “UNBK diadakan untuk semakin mendorong literasi siswa terhadap teknologi informasi dan komunikasi.”

Penerapan pola ujian pengganti UN berbasis kertas (PBT) itu dilaksanakan pertama kali di sejumlah SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur pada 2014.

Hasil penyelenggaraan tersebut dicoba diadopsi di sekolah-sekolah dalam negeri pada 2015. Ketika itu, sebanyak 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di Indonesia ikut serta dalam program rintisan UNBK.

“Penyelenggaraannya menggunakan sistem semi-online. Yakni, soal dikirim dari server pusat ke server lokal di sekolah-sekolah. Kemudian, ujian dilaksanakan oleh server lokal secara offline. Hasilnya lalu diupload kembali ke server pusat untuk dinilai,” kutip situs UNBK Kemendikbud.

Khusus Sekolah yang Siap

Karena membutuhkan jumlah komputer yang memadai, UNBK hanya diselenggarakan di sekolah yang sudah siap secara infrastruktur, SDM, dan pesertanya.

“Kegiatannya sebisa mungkin diadakan menggunakan laboratorium komputer sekolah,” menurut penjelasan situs UNBK. Kemendikbud tidak memaksakan sekolah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer tersebut untuk membeli/menyewa komputer baru, terutama bila membebani orangtua siswa.

Sekolah-sekolah yang nantinya selenggarakan ujian itu pun sudah melalui proses seleksi dan rekomendasi dari tim verifikasi ujian tingkat Kota / Kabupaten.

Semua Tingkat

Selain diadakan pada di SMA dan MA, Ujian Nasional Berbasis Komputer diadakan di jenjang pendidikan SMP, MTs, serta SMK di Tangsel.

Berdasarkan data situs UNBK, ada 13 SMP/MTs dan 7 SMK yang terdaftar. Menurut pemberitaan media, ada 7.473 siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK yang akan ikuti ujian itu.

Pelaksanaan UNBK tingkat SMA, MA, dan SMK serentak dengan UN PBT lain, yaitu pada 4 hingga 12 April 2016.

Ujian Nasional Berbasis Komputer tersebut akan diselenggarakan serentak dengan UN yang bukan berbasis komputer di Indonesia, pada 4 April 2016. Sementara ujian tingkat SMP diadakan pada 9 Mei 2016.