Pemerintah Kota Tangsel buka 648 pos imunisasi yang tersebar di tujuh kecamatan. Imunisasi polio yang diberikan tersebut dianjurkan untuk anak berusia di bawah lima tahun tanpa terkecuali.

Dalam rangka pekan imunisasi nasional (PIN) 8 hingga 15 maret 2016, Pemkot Tangsel targetkan mengimunisasi 144.067. Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Suharno dalam pernyataan resminya, Selasa (8/3/2016) menyatakan, “Masing-masing kelurahan mendapat 12 titik pos PIN.”

Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), pos pelayanan terpadu (Posyandu), Puskesmas pembantu, Kelurahan, dan Kecamatan menjadi titik diadakannya imunisasi. Ada pula titik yang ditempatkan di RT, RW, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), rumah sakit, klinik swasta, juga di sejumlah titik keramaian.

Suharno menjelaskan, masing-masing pos imunisasi dijaga dua tenaga kesehatan dan dua kader Posyandu. “Tiap petugas diharapkan mampu melayani minimal 150 balita,” kata Suharno.

Sebab, imunisasi tetes mulut itu bermanfaat untuk mencegah timbulnya gejala lumpuh layu yang kerap menyerang anak-anak. Vaksin yang digunakan pun bermanfaat untuk menambah 90% daya tahan anak terhadap infeksi polio.

Terkait pencegahan penyakit, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap warga Tangsel tidak berhenti mengunjungi Posyandu untuk pemeriksaan rutin balita.

“Bagaimanapun juga, monitoring dan evaluasi perkembangan anak perlu dilakukan rutin,” kata Airin. Dia berharap, kader Posyandu dan Posyandu pembantu tetap sigap memberikan pelayanan dan pembinaan meski PIN berakhir.

“Itu dapat menjadi salah satu faktor menurunkan angka kematian dan angka pasien sakit di Tangsel,” tutur Airin.

Penolakan

Sementara itu, pelaksanaan PIN di Kabupaten Lebak, Banten kurang mendapat respon warga. Menurut Pengelola Program Imunisasi Puskesmas Kalanganyar, Lebak, Yanto, Kamis (10/3/2016), sejumlah warga masih ada yang menolak imunisasi.

Kabar penolakan tersebut didapatkan dari petugas medis pembina desa saat PIN Polio hari pertama, Selasa, 8 Maret lalu.

Tercatat, baru ada 1.989 balita dari target 3.061 yang diimunisasi. Jumlah 64 persen tersebut masih jauh dari sasaran. Kader-kader kesehatannya bahkan perlu mendatangi rumah-rumah warga untuk mengajak imunisasi.

Paling Efektif

Mentri Kesehatan Nila F Moeloek kepada media mengingatkan, imunisasi polio merupakan salah satu program kesehatan paling efektif dalam mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian yang disebabkan oleh sejumlah penyakit.

Hal itu dikatakannya pada pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilakukan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Taman Cerdas Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/3).

“Oleh karena itu, saya imbau semua pihak untuk ikut sukseskan PIN polio dengan membawa balitanya ke Pos PIN terdekat untuk mendapat tetesan vaksin,” dia kata.

Nila menargetkan, sebanyak 23.721.004 anak usia di bawah lima tahun (0-59 bulan) akan mendapatkan imunisasi Polio pada 2016. Terkait vaksin yang digunakan, vaksin polio tetes (trivalent Oral Polio Vaccine) yang digunakan merupakan produksi lokal PT Biofarma.