Setelah sukses menggelar paduan seni dan donasi Desember lalu, ChARTrity Project kembali mengadakan penggalangan dana dengan cara yang menyenangkan.

Dengan tajuk ChARTrity Project #2, panitia berhasil mengumpulkan 5.453.600 rupiah dalam acara yang diadakan di Surabi Teras Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat, 29 Januari 2016.

Kali itu, panitia menyuguhkan penampilan dari sejumlah komunitas dan musisi indie, seperti TINTA PERCUSSION, Ninety Band, Dyto, Uptown, Prahasta, Dias Betong, dan Classmate Journal. Jajaran artis tersebut merupakan gabungan dari artis pengisi ChARTrity Project pertama dan yang baru bergabung dengan gala ini.

Seperti halnya ChARTrity Project #1 Desember lalu, sumbangan yang terkumpul disalurkan ke fakir miskin, dhuafa, anak yatim, dan anak terlantar melalui Yayasan Bekas Beramal.

Bagi panitia, ChARTrity Project #2 merupakan tindak lanjut dari janji mereka yang menyatakan akan mengadakan roadshow keliling Tangerang Selatan dan membagikan manfaat donasi yang terkumpul kepada mereka yang membutuhkan di tiap kecamatan.

“Giliran teman-teman di Ciputat yang bisa ikut bersenang-senang sambil donasi di ChARTrity. Sementara itu, giliran kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim, dan terlantar di daerah ini yang menerima manfaatnya,” kata Fakhruddin Ar Razi, Project Manager ChARTrity Project #2.

Pria yang akrab disapa Razi itu berharap, semua pengunjung, komunitas, artis, donatur, panitia, dan kru Surabi Teras yang hadir pada saat acara dapat berbaur. “Sehingga, acara ini juga bisa menjadi tempat untuk meluaskan jaringan, bukan hanya tempat senang-senang dan donasi,” kata Razi menjelaskan.

Bagi Razi dan panitia, jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan dalam acara terakhir menunjukkan meningkatnya kepedulian anak-anak muda Tangerang Selatan. “Sehari bisa dapat lima jutaan. Itu luar biasa. Semoga semakin banyak anak-anak muda yang tergerak hatinya untuk menyumbang,” kata Razi.

Terkait publikasi acara, Razi dan tim mengajak kerjasama sejumlah komunitas dan media di Tangerang Selatan, bahkan nasional. “Sejauh ini, ada bantuan dari teman-teman Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, Tangsel Creative Foundation, Hijabers United Tangerang, Indorelawan, Info Bintaro, dan Daily Pamulang.

Awalnya, acara ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Bekas Beramal, Rumah Konseling, What’s On Pamulang, Cafe EarHouse, Rumah Konseling dan Morning Drawing.

Popomangun, sebagai salah satu seniman yang populer di Instagram dan diekspos sejumlah majalah nasional, sekaligus pendiri Morning Drawing pun terlibat langsung dalam persiapan acara.

Gue sangat ingin membantu, ya. Dan, setuju banget dengan ide panitia untuk memadukan seni, donasi, bahkan networking. Kami berharap bisa menghadirkan suasana yang intim sepanjang acara. Se-simple itu,” kata pria yang memberikan kemampuan gambar abstraknya kepada ChARTrity Project #2.

Terkait ChARTrity Project pertama, panitia juga berhasil menyalurkan 890 potong pakaian bekas layak pakai, 75 buku bacaan, 22 pasang sepatu, dan satu set alat gambar selain uang donasi sebesar Rp 7.767.700,- tadi.

Saat itu juga donasi yang terkumpul di salurkan hingga ke tangan yang berhak melalui Bekas Beramal Foundation dengan konsep Outlet Dhuafanya.

Selain menyalurkan donasi, panitia juga mengadakan seminar, latihan menggambar, dan bermain bersama anak-anak dan orangtua penerima manfaat ketika ChARTrity lalu. Dalam kesempatan itu, anak-anak dan orangtuanya terlibat dalam dialog, pembuatan hasta karya, menggambar.

Diharapkan acara itu dapat mengajarkan makna dan manfaat kreativitas, cara mendidik anak yang baik, serta pentingnya memiliki cita-cita. Pasalnya, masih ada sejumlah anak yang ternyata belum memiliki cita-cita seperti anak-anak lain yang nasibnya lebih baik.