Selamat tinggal 2015. Halo 2016, please be nice. Tahun baru sudah hitungan jam lagi. Media-media mainstream, antimainstream dan sosial mulai menunjukkan dekorasi untuk menyambut tahun baru. Tempat-tempat ibadah mengadakan doa penutup tahun. Namun, apa makna tahun 2015 untuk kita?

Dalam artikel ini, What’s On Pamulang coba menyajikan fenomena-fenomena apa saja yang terekam media di Tangerang Selatan sepanjang 2015. Saatnya kita flashback dan introspeksi sejenak.

Mainstreamnya Rambut-Rambut Hip Pria

Gaya rambut pria. Itu fenomena pertama yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang 2015. Kamu yang suka ke tukang cukur rambut pasti sudah melihat poster-poster top collection tahun 80-an dan 90-an yang menampilkan model berambut “Mullet” ataupun “Spike” sudah digantikan dengan poster-poster model rambut “Under-Cut.”

Itulah yang terjadi. Bukan hanya barbershop kekinian, kedai cukur rambut pinggir jalan pun sekarang memasang poster-poster model baru tersebut. Rambut ini biasanya populer di kalangan remaja dan pemuda. Sejumlah remaja yang dulunya berambut punk bahkan menyatakan lebih percaya diri dengan rambut Under Cut atau Pompadour karena teman-temannya berambut seperti itu sekarang.

Typography = Keren

Paduan komposisi yang membuat huruf lebih enak dilihat dan dibaca, atau lebih dikenal dengan istilah typography menjadi karya grafis yang populer di manapun di Tangerang Selatan selama 2015. Jurus desain huruf seperti ini awalnya dibuat dengan bantuan komputer dan populer untuk menghias website-website. Lama-kelamaan, jurus desain typography digunakan untuk membuat logo.

Sekarang, banyak seniman grafis menggunakan jurus typography tanpa bantuan komputer. Mereka menggunakan skill mereka di atas kertas untuk membuat karya typography. Para pebisnis di Tangsel kemudian mengadopsi hand lettering para seniman itu ke dalam tembok-tembok cafe atau tempat usaha lainnya. Praktiknya jadi seperti grafiti.

Berawal dari cafe EarHouse pada 2013, kemudian tren cafe dengan desain tembok hand lettering merembet ke 9sHous, SerahBae, dan Kedai Rotibakar Keibar di tahun 2015. Pengunjung cafe yang relatif muda pun sibuk selfie dengan latar belakang tembok seperti itu.

Sekarang, rumus membuat cafe yang bakal ngetren di Tangsel bertambah satu lagi. Tembok cafe dengan typography hand lettering = hits.

Tangsel Jazz Festival

Penampilan Tulus, Maliq & D’Essentials, The Groove, Tompi, Barry Likumahuwa, HiVi, Yura Yunita, dan puluhan artis besar nasional lainnya ke Tangsel sukses menjadi magnit bagi ribuan pengunjung yang hadir selama tiga hari itu.

Tidak bisa dipungkiri, TJF Agustus lalu mengeset standar panggung pertunjukan di Tangsel jauh di atas sebelumnya. Bagaimana tidak. Artis-artis yang hadir menyatakan acara ini merupakan contoh festival musik yang tidak kalah dari festival musik besar yang biasa diselenggarakan di Ibu Kota.

Pilkada Serentak

Awal Desember lalu, terjadi sebuah fenomena yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Tangsel, bahkan Indonesia. Ya. Pilkada serentak. Setelah melalui sidang-sidang DPR/MPR dan diuji materi oleh berbagai macam lembaga, pemerintah Indonesia sepakat mengadakan Pemilihan Kepala Daerah serentak di mayoritas kota pada 9 Desember 2015.

Pilkada kali itu juga berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya. Biasanya, setiap calon bebas mendistribusikan alat peraga kampanye (brosur ataupun spanduk) sesuai kemampuan finansialnya. Namun, di tahun 2015 ini distribusi alat peraga kampanye diatur ketat oleh Komisi Pemilihan Umum. Tiap kandidat yang mengikuti Pilkada 2015 tidak bisa sembarangan berkampanye.

Akan tetapi, jumlah warga yang menggunakan hak suaranya tahun ini tidak sesuai dengan target pemerintah. Pemerintah menargetkan 75 persen warga yang punya hak pilih akan menggunakan suara mereka, namun kenyataannya bahkan kurang dari 60 persen warga yang menggunakan hak pilih mereka.

Itulah tadi fenomena-fenomena yang terekam What’s On Pamulang selama 2015. Bagaimana menurut kamu? Fenomena apa lagi yang kamu lihat ada di tahun 2015? Silakan tuliskan komentarmu di comment box.