Pasca Serangan Paris Jumat (13/11/2015), Kelompok Anonymous menyatakan perang dan meretas akun-akun pendukung Negara Islam Iraq dan Syiria (NIIS). Kelompok ini sudah menghajar lebih dari 2.000 akun twitter pendukung NIIS dalam operasi terbarunya: #OpISIS #OpParis.

Pada Jumat malam pasca Serangan Paris, salah satu anggota kelompok ini mengunggah video di YouTube, menyatakan perang dengan NIIS yang merenggut nyawa lebih dari 130 orang di Perancis.

Mulai melakukan peretasan akun pada akhir pekan 14-15 November lalu, kelompok ini berhasil meretas 2.256 akun twitter pendukung NIIS. Mereka memberikan laporannya via Twitter.

Anonymous merupakan kumpulan aktivis, hacker, dan individual dengan topeng Guy Fawkes yang dikenal sudah melancarkan beberapa serangan siber ke sejumlah organisasi. Kali ini, video tersebut ditujukan untuk anggota dan pendukung NIIS.

BACA JUGA: INI ASAL-MUASAL GUY FAWKES DAN SEMANGAT PERLAWANANNYA

Deklarasi Perang: Video yang Viral

Dalam video berdurasi dua menit yang diunggah Jumat malam (13/11/2015) tersebut, seseorang yang mengenakan topeng Guy Fawkes menyatakan, “Kami akan menemukan kalian (NIIS) dan tidak akan kami biarkan begitu saja.”

“Kami akan lakukan operasi terbesar melawan kalian (NIIS)”

“Tunggu serangan siber masif kami. Perang sudah dinyatakan. Bersiap-siaplah”

“Rakyat Perancis lebih kuat dari kalian dan akan lebih kuat seusai kekejaman kalian.”

Meski viral dan sudah dikutip sejumlah media, video pernyataan Anonymous tersebut tidak muncul dalam channel YouTube hacktivist tersebut.

Perkumpulan ini, sudah memulai operasi awalnya dengan meluncurkan #OpISIS setelah penembakan Charlie Hebdo Januari lalu.

Berdasarkan liputan investigasi Foreign Policy, Kelompok Anonymous sudah menghajar 149 situs serta mengekspos 101.000 akun twitter dan 5900 video propaganda terkait NIIS.

Gerakan ini dikordinasikan melalui empat akun twitter, yaitu @CtrlSec, @CtrlSec0, @CtrlSec1, dan @CtrlSec2. Melalui empat akun tersebut, netizen dapat mengetahui laporan-laporan kegiatan gerakan ini.

Berdasarkan penelitian Brookings (Pusat Penelitian Kebijakan Timur Tengah-Amerika Serikat) Maret 2015, ada sekitar 46 ribu hingga 70 ribu akun twitter yang digunakan pendukung NIIS pada September hingga Desember 2014.

Awalnya, Anonymous adalah kelompok hacker apolitis tanpa ideologi yang mendasarinya. Seiring maraknya kejadian yang mengancam kemanusiaan, gerakan ini mulai menunjukkan diri sebagai penjaga kemanusiaan.

Isu-isu lain yang dilindungi kelompok ini termasuk mengekspos anggota nasionalis kulit putih Klu Klux Klan, mendukung advokasi demokrasi di Hong Kong dan Timur Tengah, serta mengadakan serangan hack ke perusahaan agrochemical Amerika Monsanto.