Pamulang, WOP – Berjalan sekitar 300 meter dari Bundaran Pamulang, saya tiba di lokasi baru Keibar Pamulang. Dilengkapi dengan cooling box, kedai roti bakar ini sekarang menyajikan menu-menu es krim seperti outlet Keibar lainnnya.

Pada Selasa (10/11/2015), saya dan rekan saya dari What’s On Pamulang berkesempatan mencoba lima menu makanan favorit di kedai ini.

Diantaranya, roti bakar marshmallow, roti bakar Nutella, roti bakar Bemacho!, martabak mie telur kornet, dan Fetucimie. Masing-masing menu bisa dibanderol rata-rata seharga 20 ribu rupiah.

Roti bakar marshmallow yang saya makan diberi topping es krim green tea dan sereal buah. Rasa manis marshmallow leleh yang lengket-lengket di gigi, dinginnya es krim, dan renyahnya sereal membuat makan saya jadi meriah.

Menghabiskan satu porsi roti bakar itu, perut saya penuh. Kamu bisa mencoba kombinasi roti bakar marshmallow yang saya makan seharga kreasi 24 ribu rupiah.

Rekan saya menghabiskan roti bakar Nutella. Topping roti bakarnya juga tidak kalah ramai. Roti bakarnya diberi remahan Oreo dan es krim kacang merah (ogura ice cream).

Memakan semua makanan kesukaannya di roti bakar itu, rekan saya sampai melupakan tugasnya memfoto kondisi Keibar Pamulang.

Dia juga merasa kekenyangan setelah menghabiskan satu porsi roti bakar Nutellanya. Dengan topping tadi, roti bakar Nutella dibanderol dengan harga 24 ribu rupiah.

Dua tiga menu lain saya bungkus untuk dibawa pulang. Di rumah, menu yang pertama saya coba adalah roti bakar Bemacho!

Di antara dua lapisan roti bakar ini, ada lembaran daging, telur, dan keju. Rasa lembaran daging asapnya berpadu dengan telur dadar dan keju. Ditambah topping mayones, rasanya semakin gurih dengan sedikit sensasi asam.

Roti bakar yang isinya seperti sarapan Inggris itu bisa kamu dapatkan dengan 17 ribu rupiah.

Sementara itu, martabak mie kornet mayonesnya saya habiskan bersama kawan-kawan di rumah. Untuk kumpul-kumpul dengan teman seperti ini, martabak mie kornet mayones bisa membuat nongkrong-nongkrong makin seru.

Kalau mau yang unik, Keibar mempunyai Fetucimie. Itu merupakan menu kreasi owner Keibar, Vabel Primadana Putra yang hobi memasak mie rebus dengan cara unik.

Untuk membuat Fetucimie, Vabel menambahkan kuah susu pada mie goreng. Rasanya, mie goreng semakin terasa gurih. Kamu bisa merasakan uniknya Fetucimie jumbo dan martabak mie kornet dan mayones yang saya pesan dengan 16 ribu rupiah saja.

Di keibar, mie goreng dan mie rebusnya bisa dipesan dengan tingkat kepedasan cupu, master, dan dewa. Mencoba tingkat master, saya merasa kepedasan betul sampai keringat bercucuran.

Tempat Nongkrong

Sambil menyantap makanan di kedai itu, Vabel bercerita soal pengalamannya membesarkan Keibar. Ketika awal mendirikan tempat nongkrong ini, Vabel mendapat inspirasi dari tempat-tempat nongkrong yang sering dikunjunginya.

Diapun mencurahkan konsep-konsep di kepalanya menjadi Keibar yang sekarang merupakan pilihan tempat nongkrong remaja dan pemuda Tangerang Selatan.

Diiringi lagu-lagu Payung Teduh dan lagu hits kekinian, saya juga ngobrol dengan pengunjung lain.

“Tempatnya pewe,” “Keibar, kan, pelopor tempat nongkrong seperti ini,” “Menunya enak-enak,” itu kata mayoritas pengunjung Keibar yang saya temui.

LIHAT LOKASI BARU KEIBAR PAMULANG DI SINI