Senyum lebar melintang di wajah dua bocah yang sedang melahap pizzanya. Sesekali, bocah yang lebih tua mengajak ibunya bercanda sementara yang lebih muda sibuk melahap pizza di piringnya. Adik mereka yang masih balita terus duduk di pangkuan sang Ayah.

Pemandangan seperti itu sering terlihat di Restoran Kampoes Pizza’s, Pamulang Barat. Terletak di ruko dekat Perumahan Bukit Pamulang Indah, restoran pizza itu sering dikunjungi keluarga.

Ketika tim What’s On Pamulang ketika datang di restoran itu, Jumat (3/4/2015) sore, dua meja di lantai satu restoran Kampoes Pizza’s sudah diisi oleh dua keluarga yang memesan beberapa porsi pizza.

Pramu saji Kampoes Pizza’s sesekali mengajak ngobrol tamu-tamu restorannya, atau sekadar menyapa tamu langganan yang datang. Rombongan keluarga lain datang tidak lama setelah tim What’s On Pamulang keluar dari restoran itu.

Suasana kekeluargaan juga coba dibangun karyawan restoran yang pertamakali buka pada 27 Desember 2013 itu. Selain mencatat pesanan, pramu saji Kampoes Pizza’s juga mengajak pelanggannya terlibat dalam obrolan-obrolan kecil dan juga ingat kepada pelanggan-pelanggan yang menjadi langganan restoran tempatnya bekerja.

Pemilik Restoran Kampoes Pizza’s Budi Nur Cahyo (45) menyatakan, meski menggunakan kata “Kampoes” dia tidak merancang Kampoes Pizza’s khusus untuk anak-anak muda. “Restoran kami malah sering didatangi keluarga-keluarga yang ingin keluar mencari menu lain selain masakan rumah,” kata Budi.

Kata “Kampoes” dia gunakan karena harga pizza dan menu lain yang ditawarkan restorannya dapat dijangkau budget mahasiswa. Terkait calon pembeli potensial, Budi menyatakan, penamaan seperti ini tidak secara khusus ditujukan untuk menarik pelanggan-pelanggan mahasiswa.

Image From: Charisma Rahmat Pamungkas / What's On Pamulang. Pizza Special, Beef Pepperoni, Teh Hangat, dan Lemon Tea merupakan beberapa menu Kampoes Pizza yang paling laris. Harganya dibanderol sesuai dengan kantong mahasiswa.
Image From: Charisma Rahmat Pamungkas / What’s On Pamulang.
Pizza Special, Beef Pepperoni, Teh Hangat, dan Lemon Tea merupakan beberapa menu Kampoes Pizza’s yang paling laris. Harganya dibanderol sesuai dengan kantong mahasiswa.

Selain dekat perumahan dan menjual berbagai menu dengan harga terjangkau, Restoran Kampoes Pizza’s juga membuka kelas memasak khusus untuk anak-anak. Kelas itu dibuka setelah ada lima peserta yang mendaftar.

Dalam kelas kilat itu, anak-anak diajari cara memproses adonan pizza yang sudah disediakan dari tahap mencetakan, membubuhkan topping, hingga memanggangnya. Tidak hanya itu, anak-anak peserta kelas juga mendapat es krim setelah menyelesaikan sesi kelas kilat tersebut.

Selain didatangi oleh rombongan keluarga, Kampoes Pizza’s juga sering menjadi tempat rombongan tamu merayakan ulang tahun atau mengadakan arisan.

“Mereka tidak menyewa tempat kami ketika mengadakan acara itu. Mereka (yang mengadakan acara ulang tahun atau arisan) berbondong-bondong datang, kemudian ke lantai dua supaya bisa berkumpul sambil menikmati menu-menu kami,” kata Budi.

Prosedur Internasional

Terkait proses pengolahan makanan, Budi menyatakan, Kampoes Pizza’s menggunakan prosedur pengolahan makanan berstandar restoran pizza franchise.

Sebelum membuka Kampoes Pizza’s, Budi bekerja di sebuah franchise yang menyajikan pizza tipis, Izzi Pizza. Dia tergabung dalam tim general affair (bagian umum) sejak 2007. Setelah seluruh unit franchise tersebut mengumumkan tutup pada 2013, Budi menggunakan konsep dan prosedur membuat pizza franchise itu.

“Secara umum, rasa pizza buatan kami sama dengan rasa pizza yang dibuat franchise tempat saya kerja dulu. Prosedur pembuatannya sama karena saya tahu itu dari koki ahli kenalan saya dari tempat saya kerja dulu,” kata Budi.

Selain itu, Kampoes Pizza’s juga menggunakan supplier bahan baku yang sama dengan supplier bahan baku Izzi Pizza.  “Saya kenal kontraktor, koki, dan supplier yang digunakan Izzi Pizza. Oleh karena itu, saya minta bantuan mereka untuk membangun Kampes Pizza ini,” kata Budi.

Image From: Charisma Rahmat Pamulang / What's On Pamulang. Oven, Freezer, dan Kitchen Cabinet berstandar franchise di dapur terbuka Kampoes Pizza Pamulang.
Image From: Charisma Rahmat Pamulang / What’s On Pamulang.
Oven, Freezer, dan Kitchen Cabinet berstandar franchise di dapur terbuka Kampoes Pizza’s Pamulang.

Meski prosedurnya berstandar franchise, Kampoes Pizza’s berani menjual menunya dengan harga yang jauh di bawah rata-rata menu Izzi Pizza.

Budi berkata, “kami tidak mencari terlalu banyak laba seperti franchise mencari laba untuk menutupi ongkos pegawai dan pengembangan yang besar. Hitung-hitungan kami tidak tidak njlimet seperti hitung-hitungan mereka.” Bedanya, pizza di Kampoes Pizza’s lebih mengembang daripada pizza yang disediakan Izzi Pizza.

Selain itu, Kampoes Pizza’s juga menggunakan bahan baku lokal yang harganya jauh lebih rendah daripada bahan baku impor yang digunakan Izzi Pizza. Untuk semakin membuat strategi efisiensinya nyata, Budi dan Istrinya tidak segan membantu koki Kampoes Pizza’s di dapur.

Untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat pamulang, Budi merekrut pemuda pamulang sebagai kokinya. Tidak segan-segan, dia mengajari pemuda tersebut seluruh prosedur dapur untuk menjaga kualitas produk restorannya.

Strategi lain yang digunakan Budi untuk menarik pelanggan dapat dilihat di daftar menunya. Kampoes Pizza’s menjual menu-menu favorit di Izzi Pizza, seperti pizza pepperoni, pizza jamur, pizza spesial, pizza ayam, dan pizza tuna. Selain itu, ada juga salad, steik, dan burger untuk menambah variasi menu.

Dengan prosedur dapur standar franchise dan strategi efisiensi tersebut, Kampoes Pizza’s mampu menjual pizza berukuran besar (diameter sekitar 30cm), rata-rata 50 ribu rupiah.

Lokasi Kampoes Pizza’s